Kabupaten Sukamara telah memiliki beberapa objek wisata yang cukup menarik untuk dikunjungi namun belum bisa terekspos secara luas. Beberapa objek pariwisata seperti ekosistem terumbu karang yang masih alami, pantai bertebing dan berpasir putih yang ditumbuhi cemara merupakan satu dari sekian banyak objek wisata yang layak untuk dikunjungi.
Objek wisata yang dimiliki Kabupaten Sukamara antara lain:
- Kawasan Wisata Bukit Patung / Bukit Patung Tourism Area
Kawasan wisata Bukit Patung terletak di Kecamatan Balai Riam dengan luas ± 1.200 ha. Kawasan wisata Bukit Patung menyajikan eksotisme alam berbukit-bukit dengan panorama alamnya yang sejuk dan alami. Objek wisata yang ada di kawasan wisata ini yaitu :
- Air Terjun Riam Gemuruh, merupakan objek wisata yang paling ramai dikunjungi wisatawan di Kawasan Wisata Bukit Patung.
- Panorama perkebunan buah jeruk dan rambutan.
- Puncak Bukit Patung dengan view panorama perkebunan sawit.
- Penangkaran rusa. Rusa yang ada adalah rusa alam yang ditangkap oleh warga, dimana habitat asli rusa tersebut sudah mulai habis.
Kawasan wisata Bukit Patung adalah kawasan wisata yang ramai dikunjungi dan sudah ditetapkan sebagai kawasan wisata berdasarkan Perda RTRW Kabupaten Sukamara. Akan tetapi kawasan tersebut belum dikelola dengan baik, sehingga dihar
apkan ada investor untuk berinvestasi di sini.
- Kawasan Wisata Pantai / Beach Tourism
Wisata pantai di Kabupaten Sukamara masih menjadi tempat favorit bagi masyarakat untuk berlibur dan mengisi waktu luang. Objek wisata pantai di Kabupaten Sukamara saat ini sudah cukup baik, akan tetapi masih perlu pembenahan dan perbaikan, baik dalam objek wisata tersebut, maupun infrastruktur pendukung.
Kawasan pesisir di Kabupaten Sukamara tak kalah menarik dan masih lestari, seperti perkampungan khas nelayan. Di sini para tamu akan menikmati panorama alam yang sangat indah menyaksikan pemandangan saat matahari terbenam (sunset) di sore hari maupun matahari terbit (sunrise) di pagi hari. Pantai di Kabupaten Sukamara juga menawarkan nikmatnya makanan laut seperti kerang, udang, kepiting dan beberapa masakan olahan ikan.
Beberapa objek wisata pantai yang ada di pesisir selatan Kabupaten Sukamara yaitu:
- Kawasan wisata Pantai Kuala Jelai di Kecamatan Jelai dengan luas ± 530 ha;
- Kawasan wisata Pantai Tanjung Nipah yang terdapat di Kecamatan Jelai dengan luas ± 250 ha;
- Kawasan wisata Pantai Tanjung Selaka yang terdapat di Kecamatan Pantai Lunci dengan luas ± 300 ha;
- Kawasan wisata Pantai Kampung Baru yang terdapat di Kecamatan Pantai Lunci dengan luas ± 100 ha;
- Kawasan wisata Pantai Sei Pasir yang terdapat di Kecamatan Pantai Lunci dengan luas ± 100 ha;
- Kawasan wisata Pantai Sungai Tabuk yang terdapat di Kecamatan Pantai Lunci dengan luas ± 100 ha.
- Kawasan Wisata Terbatas Danau Burung / Danau Burung Tourist Area
Bagi yang mempunyai hobi pecinta burung, salah satu destinasi wisata yaitu Danau Burung. Kawasan Danau Burung merupakan sebuah kawasan lahan basah yang banyak didatangi berbagai jenis burung migran pada musim basah di bulan Februari – April untuk berkembang biak. Wisatawan dapat menikmati bird watching yang dilindungi dalam Suaka Marga Satwa. Danau Burung adalah surga burung-burung migran yang singgah pada musim tertentu. Jenis burung-burung air seperti cangkak, kuntul, dan pecuk mudah dijumpai pada waktu ini untuk berkembang biak.
- Kawasan Kota Tua / The Old Town
Kawasan Wisata Kota Tua Sukamara adalah kota tua yang berdiri sejak awal abad 18. Kawasan kota tua di Kelurahan Padang yang masih lestari sampai saat ini menawarkan pemukiman Kampung Air khas Suku Melayu. Kawasan tersebut berada di tepian Sungai Jelai yang menjadi saksi bisu kejayaan arus perdagangan masyarakat Borneo dengan kekayaan hasil alamnya di zaman dahulu seperti lada, karet, gaharu, dan kayu ulin.
- Wisata Adat Dayak / Dayak Traditional Tourism
Masyarakat adat Dayak di Kecamatan Permata Kecubung masih mempertahankan budaya dan tradisi mereka yang ramah lingkungan. Orang-orang Dayak melestarikan hutan adat mereka sebagai harta yang tak ternilai yang menyimpan kekayaan alam mulai dari hasil perkebunan karet, rotan, buah-buahan lokal, umbi-umbian serta obat-obatan tradisional. Mereka yakin merawat hutan alam akan menjaga melestarikan kelangsungan hidup mereka.
Perkampungan yang masih menjaga falsafah adat ini sering kali dilaksanakan upacara yang biasanya dilakukan untuk penerimaan tamu yaitu, bagondang. Disini masyarakat juga membuat peralatan yang sering digunakan, misalnya menganyam tikar, menganyam tengkalang (tempat ikan dari rotan). Kehidupan masyarakat pada umumnya bertani dan berburu, sehingga kebudayaan menyipet/menyumpit masih menjadi permainan adat yang masih sering dimainkan.
- Wisata Susur Sungai / River Flow Tourism
Destinasi wisata susur sungai yang menantang akan membawa para tamu menyaksikan panorama hutan rawa dan hutan gambut yang masih lestari. Yang menarik di sini para tamu dapat mengintip (bird watching) kegiatan beraneka burung-burung lahan basah di sekitar ekosistem sungai.
Keberadaan hutan menjadi penyangga kehidupan kawasan sekitarnya. Air mengalir tenang melewati tiap-tiap hamparan vegetasi membawa suasana damai, diiringi kicauan burung-burung menambah semarak hutan di tepian sungai. Jika sedang beruntung, wisatawan akan menjumpai sekelompok monyet bekantan (Nasalis Larvatus), monyet ekor panjang (Macaca Fascicularis) yang berada di pinggiran sungai untuk mencari makan dan terkadang orang utan (Pongo Pygmaeus) bergelayutan di tepian sungai.
- Wisata Mancing / Fishing Tourism
Sungai Jelai menjadi salah satu destinasi utama para mancing mania yang tidak boleh terlewatkan. Potensi kekayaan ikan air tawar sungai ini menjadi salah satu berkah utama para nelayan. Wilayah lahan basah Sungai Naning terkenal dengan potensi ikannya yang berlimpah, baik di musim kemarau maupun musim hujan. Tidak heran setiap waktu banyak nelayan yang datang ke sungai ini.
Mencari spot casting di Sungai Jelai tidaklah sulit. Hampir sepanjang sungai bisa dijadikan spot. Pemancing bisa melakukan casting langsung dari atas perahu. Hanya saja lebar anakan sungai yang cukup sempit sekitar 2 meteran, memperkecil area casting. Target casting pemancing biasanya jenis-jenis ikan air tawar endemis Kalimantan seperti ikan toman, haruan (gabus), kerandang, dan kelabau. Ikan kelabau menjadi favorit pemancing dengan cita rasa dagingnya yang gurih.
PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA ALAM BUKIT PATUNG
| 1 | Lokasi/Location | : | Kecamatan Balai Riam/Balai Riam Sub-District |
| 2 | Luas Area/Size of Area | : | 1.200 ha |
| 3 | Kepemilikan Lahan/Land Ownership | : | Ulayat atau Masyarakat/Ulayat or Community |
| 4 | Sistem Perolehan Lahan/ Land Aquisition System | : | Kerjasama atau Jual Beli/Collaboration or Buying and Selling |
| 5 | Jenis Investor/Type of Investor | : | PMA atau PMDN/Foreign Investment or Domestic Investment |
| 6 | Nilai Investasi/Invesment Value | : | ± Rp. 15.000.000.0000,- |
| 7 | Jumlah Tenaga Kerja/ Number of Worker | : | ± 50 orang/± 50 people |
| 8 | Dokumen Pendukung/ Supporting Document | : | RTRW Kabupaten Sukamara, RUPM Kabupaten Sukamara/Spatial Plan, General Investment Plan |
PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA PANTAI SUKAMARA
| 1 | Lokasi/Location | : | Kabupaten Sukamara/Sukamara District |
| 2 | Luas Area/Size of Area | : | 530 ha |
| 3 | Kepemilikan Lahan/Land Ownership | : | Ulayat atau Masyarakat/Ulayat or Community |
| 4 | Sistem Perolehan Lahan/ Land Aquisition System | : | Kerjasama atau Jual Beli/Collaboration or Buying and Selling |
| 5 | Jenis Investor/Type of Investor | : | PMA atau PMDN/Foreign Investment or Domestic Investment |
| 6 | Nilai Investasi/Invesment Value | : | ± Rp. 25.000.000.000,- |
| 7 | Jumlah Tenaga Kerja/ Number of Worker | : | ± 50 orang/± 50 people |
| 8 | Dokumen Pendukung/ Supporting Document | : | RTRW Kabupaten Sukamara, RUPM Kabupaten Sukamara/Spatial Plan, General Investment Plan |





Kebijakan industri di Kabupaten Sukamara adalah mendorong usaha mikro agar berkembang menjadi usaha kecil, kemudian menjadi usaha menengah, dan pada akhirnya menjadi usaha besar. Keberadaan industri kecil dan menengah juga sangat penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, karena dengan banyaknya jumlah industri kecil dan menengah merupakan indikasi yang baik bahwa perekonomian Kabupaten Sukamara sedang menggeliat dan secara tidak langsung akan meningkatkan perekonomian daerah melalui UMKM. Jumlah UMKM di Kabupaten Sukamara pada tahun 2017 yaitu 484 unit dengan jumlah tenaga kerja 1.061 orang. Salah satu indutri yang ada di Kabupaten Sukamara yaitu batu kecubung. Batu kecubung adalah salah satu batu mulia yang banyak dijadikan cincin. Batu ini mempunyai nilai ekonomis yang sangat tinggi.

Kabupaten Sukamara memiliki potensi tambang yang sangat baik bagi perkembangan daerah pada masa yang akan datang. Pengembangan kegiatan pertambangan dapat mendorong laju perekonomian daerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi regional melalui percepatan pembangunan sarana dan prasarana wilayah. Namun kekayaan sumber daya alam di sektor pertambangan Kabupaten Sukamara belum dikembangkan secara optimal.
Dalam Peta Sebaran Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (2010), kandungan batu bara di Kabupaten Sukamara terletak pada formasi Tanjung Dahor dengan nilai kandungan berkisar 5.100 kal/gram. Sedangkan berdasarkan hasil survey tahun 2013 ditemukan bahwa singkapan batu bara ditemukan di daerah Kecamatan Sukamara yaitu desa Pangkalan Muntai (Sungai Temperas).
Investasi pertambangan mineral dan non mineral berpotensi mengubah bentang alam dan berdampak terhadap lingkungan. Potensi mineral dan non mineral di Kabupaten Sukamara seperti batu mulia, biji besi, bauksit, pasir kuarsa, kaolin, dan zircon perlu memperhatikan aspek pengurangan resiko lingkungan dengan meminimalkan perubahan bentang alam dan pembuangan bahan sisa tambang. Investasi pertambangan mineral dan non mineral perlu menerapkan teknologi yang ramah lingkungan dan pengelolaan lingkungan untuk meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan.





Peternakan adalah salah satu sektor yang menjanjikan untuk berinvestasi di Kabupaten Sukamara. Komoditas peternakan yang berpotensi untuk dikembangkan yaitu peternakan kambing, sapi potong, dan unggas yang berlokasi di Kecamatan Permata Kecubung, Kecamatan Sukamara, Kecamatan Jelai, Kecama

Komoditas perkebunan yang terdapat di Kabupaten Sukamara adalah karet, kelapa sawit, kelapa, kopi, jambu mente, lada, dan kemiri. Komoditas perkebunan ini tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten
Kelapa sawit adalah komoditas perkebunan utama di Kabupaten Sukamara. Perkebunan sawit didominasi oleh 8 perusahaan perkebunan kelapa sawit skala besar (7 PMDN dan 1 PMA). Nilai investasi perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Sukamara yaitu Rp. 2.065.622.620.963,-.
Tanaman karet merupakan tanaman perkebunan kedua yang paling banyak diminati oleh masyarakat Kabupaten Sukamara setelah kelapa sawit. Namun luasannya tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan kebun kelapa sawit, yaitu hanya sekitar 6.035 ha. Luas area perkebunan karet yang paling besar yaitu di Kecamatan Balai Riam dengan luas 2.082 ha dengan produksi sebesar 551 ton pada tahun 2017.
Padi merupakan jenis komoditas pertanian utama yang paling banyak dikembangkan dibanding jenis tanaman lainnya. Tanaman padi menjadi primadona dibanding jenis tanaman pangan lainnya sehingga banyak masyarakat yang membudidayakan secara meluas.
Selain tanaman padi, jagung, ubi kayu dan ubi jalar menjadi komoditas unggulan sektor pertanian tanaman pangan di Kabupaten Sukamara. Luas peruntukan lahan kering berdasarkan RTRW Kabupaten Sukamara yaitu 17.719 ha. Dari 17.719 ha lahan peruntukan lahan kering, 9.519 ha berada di wilayah Kecamatan Sukamara dan 7.520 berada di Kecamatan Balai Riam. Sedangkan sisanya berada di Kecamatan Pantai Lunci dan Kecamatan Jelai. Sedangkan menurut data dari Sukamara Dalam Angka Tahun 2018, area panen untuk komoditas jagung 71 ha, ubi kayu 152 ha, dan ubi jalar 70 ha. Jadi saat ini potensi lahan untuk jagung, ubi kayu dan ubi jalar di Kabupaten Sukamara sangat besar.
Tanaman komoditas hortikultura yang menjadi unggulan di Kabupaten Sukamara yaitu komoditas