Holtikultura / Horticulture

Tanaman komoditas hortikultura yang menjadi unggulan di Kabupaten Sukamara yaitu komoditas pisang, durian, jeruk, dan cabe. Adapun durian dan jeruk merupakan salah satu komoditas unggulan, namun dikarenakan kebutuhan modal yang cukup besar dan budidayanya yang cukup sulit menyebabkan belum banyak petani yang tertarik mengembangkan komoditas ini.

Saat ini harga jual dan keuntungan dari buah-buahan semakin menjanjikan produksinya. Berdasarkan RTRW Kabupaten Sukamara peruntukan komoditas holtikultura yaitu 114 ha, dengan rincian:

  1. Kecamatan Sukamara dengan luas ± 80 ha;
  2. Kecamatan Jelai dengan luas ± 12 ha;
  3. Kecamatan Pantai Lunci dengan luas ± 4 ha;
  4. Kecamatan Balai Riam dengan luas kurang ± 15 ha; dan
  5. Kecamatan Permata Kecubung dengan luas ± 3 ha.

BUDIDAYA JERUK

1 Lokasi/Location : Kecamatan Sukamara, Jelai, Pantai Lunci, Balai Riam, dan Permata Kecubung/Jelai, Pantai Lunci, Balai Riam, and Permata Kecubung Sub-District
2 Luas Area/Size of Area : 114 ha
3 Kepemilikan Lahan/Land Ownership : Ulayat atau Masyarakat/Ulayat or Community
4 Sistem Perolehan Lahan/ Land Aquisition System : Kerjasama atau Jual Beli/Collaboration or Buying and Selling
5 Jenis Investor/Type of Investor : Masyarakat atau UMKM/Community or MSMEs
6 Nilai Investasi/Invesment Value :  ± Rp. 50.000.000,-
7 Jumlah Tenaga Kerja/ Number of Worker :  ± 25 orang/± 25 people
8 Dokumen Pendukung/ Supporting Document : RTRW Kabupaten Sukamara, RUPM Kabupaten Sukamara/Spatial Plan, General Investment Plan

BUDIDAYA PISANG

1 Lokasi/Location : Kecamatan Sukamara, Jelai, Pantai Lunci, Balai Riam, dan Permata Kecubung/Sukamara, Jelai, Pantai Lunci, Balai Riam, and Permata Kecubung Sub-District
2 Luas Area/Size of Area : 114 ha
3 Kepemilikan Lahan/Land Ownership : Ulayat atau Masyarakat/Ulayat or Community
4 Sistem Perolehan Lahan/ Land Aquisition System : Kerjasama atau Jual Beli/Collaboration or Buying and Selling
5 Jenis Investor/Type of Investor : Masyarakat atau UMKM/Community or MSMEs
6 Nilai Investasi/Invesment Value :  ± Rp. 50.000.000,-
7 Jumlah Tenaga Kerja/ Number of Worker :  ± 25 orang/± 25 people
8 Dokumen Pendukung/ Supporting Document : RTRW Kabupaten Sukamara, RUPM Kabupaten Sukamara/Spatial Plan, General Investment Plan

Jagung, Ubi Kayu dan Ubi Jalar / Corn, Cassava and Sweet Potatoes

Selain tanaman padi, jagung, ubi kayu dan ubi jalar menjadi komoditas  unggulan sektor pertanian tanaman pangan di Kabupaten Sukamara. Luas peruntukan lahan kering berdasarkan RTRW Kabupaten Sukamara yaitu 17.719 ha. Dari 17.719 ha lahan peruntukan lahan kering, 9.519 ha berada di wilayah Kecamatan Sukamara dan 7.520 berada di Kecamatan Balai Riam. Sedangkan sisanya berada di Kecamatan Pantai Lunci dan Kecamatan Jelai. Sedangkan menurut data dari Sukamara Dalam Angka Tahun 2018, area panen untuk komoditas jagung 71 ha, ubi kayu 152 ha, dan ubi jalar 70 ha. Jadi saat ini potensi lahan untuk jagung, ubi kayu dan ubi jalar di Kabupaten Sukamara sangat besar.

Sekarang komoditas jagung, ubi kayu dan ubi jalar bukan hanya dijadikan sebagai makanan pokok sehari-hari, tapi seiring perkembangan teknologi komoditas ini dapat diolah menjadi produk industri seperti makanan ringan yang memberikan keuntungan besar bagi para pelaku usaha. Selain itu untuk komoditas jagung berpotensi untuk dijadikan jagung pipilan. Jagung pipilan biasanya dimanfaatkan untuk pakan ternak.

BUDIDAYA JAGUNG

1 Lokasi/Location : Kecamatan Sukamara, Jelai, dan Balai Riam/ Sukamara, Jelai, and Balai Riam Sub-District
2 Luas Area/Size of Area : 411,5 ha
3 Kepemilikan Lahan/Land Ownership : Ulayat atau Masyarakat/Ulayat or Community
4 Sistem Perolehan Lahan/ Land Aquisition System : Kerjasama atau Jual Beli/Collaboration or Buying and Selling
5 Jenis Investor/Type of Investor : Masyarakat atau UMKM/Community or MSMEs
6 Nilai Investasi/Invesment Value : ± Rp. 159.250.000,-
7 Jumlah Tenaga Kerja/ Number of Worker : ± 25 orang /± 25 people
8 Dokumen Pendukung/ Supporting Document : RTRW Kabupaten Sukamara, RUPM Kabupaten Sukamara/Spatial Plan, General Investment Plan

BUDIDAYA UBI KAYU

1 Lokasi/Location : Kecamatan Sukamara, Jelai, dan Balai Riam/Sukamara, Jelai, and Balai Riam Sub-District
2 Luas Area/Size of Area : 715 ha
3 Kepemilikan Lahan/Land Ownership : Ulayat atau Masyarakat/Ulayat or Community
4 Sistem Perolehan Lahan/ Land Aquisition System : Kerjasama atau Jual Beli/Collaboration or Buying and Selling
5 Jenis Investor/Type of Investor : Masyarakat atau UMKM/Community or MSMEs
6 Nilai Investasi/Invesment Value : ± Rp. 50.000.000,-
7 Jumlah Tenaga Kerja/ Number of Worker : ± 25 orang/± 25 people
8 Dokumen Pendukung/ Supporting Document : RTRW Kabupaten Sukamara, RUPM Kabupaten Sukamara/Spatial Plan, General Investment Plan

BUDIDAYA UBI JALAR

1 Lokasi/Location : Kecamatan Sukamara, Jelai, dan Balai Riam/Sukamara, Jelai, and Balai Riam Sub-District
2 Luas Area/Size of Area : 96 ha
3 Kepemilikan Lahan/Land Ownership : Ulayat atau Masyarakat/Ulayat or Community
4 Sistem Perolehan Lahan/ Land Aquisition System : Kerjasama atau Jual Beli/Collaboration or Buying and Selling
5 Jenis Investor/Type of Investor : Masyarakat atau UMKM/Community or MSMEs
6 Nilai Investasi/Invesment Value : ± Rp. 50.000.000,-
7 Jumlah Tenaga Kerja/ Number of Worker : ± 25 orang/± 25 people
8 Dokumen Pendukung/ Supporting Document : RTRW Kabupaten Sukamara, RUPM Kabupaten Sukamara/Spatial Plan, General Investment Plan

Padi/Rice

Padi merupakan jenis komoditas pertanian utama yang paling banyak dikembangkan dibanding jenis tanaman lainnya. Tanaman padi menjadi primadona dibanding jenis tanaman pangan lainnya sehingga banyak masyarakat yang membudidayakan secara meluas.

Berdasarkan RUPM Kabupaten Sukamara kawasan peruntukan komoditas padi luasnya ± 6.739 ha. Potensi komoditas padi di Kabupaten Sukamara berada di Kecamatan Jelai, Kecamatan Pantai Lunci, Kecamatan Balai Riam, dan Kecamatan Sukamara. Potensi padi di Kecamatan Jelai dan Kecamatan Pantai Lunci direncanakan menjadi lumbung beras Kabupaten Sukamara.

Pada tahun 2015 luas area panen padi di Kabupaten Sukamara berdasarkan data BPS yaitu sebesar 2.375 ha. Jika dibandingkan dengan ketersedian lahan, luasan yang belum digarap yaitu 4.364 ha. Permasalahan lahan yang masih belum dimanfaatkan dapat diatasi dengan upaya perbaikan irigasi. Selain itu perlu dilakukan pengelolaan lahan yang tepat atau pemberian input yang tepat guna meningkatkan kesuburan lahan. Keberadaan investor pertanian diharapkan mampu mengatasi kebutuhan beras di daerah yang selama ini sebagian masih dipasok dari luar daerah.

BUDIDAYA PADI

1 Lokasi/Location : Kecamatan Jelai, Pantai Lunci, Balai Riam, dan Sukamara/Jelai, Pantai Lunci, Balai Riam, and Sukamara Sub-District
2 Luas Area/Size of Area : 24.512 ha
3 Kepemilikan Lahan/Land Ownership : Ulayat atau Masyarakat/Ulayat or Community
4 Sistem Perolehan Lahan/ Land Aquisition System : Kerjasama atau Jual Beli/Collaboration or Buying and Selling
5 Jenis Investor/Type of Investor : Masyarakat atau UMKM/Community or MSMEs
6 Nilai Investasi/Invesment Value : ± Rp. 10.000.000,-
7 Jumlah Tenaga Kerja/ Number of Worker : ± 3 orang/sawah/± 3 people/rice field
8 Dokumen Pendukung/ Supporting Document : RTRW Kabupaten Sukamara, RUPM Kabupaten Sukamara/Spatial Plan, General Investment Plan

Kabupaten Sukamara telah memiliki beberapa objek wisata yang cukup menarik untuk dikunjungi namun belum bisa terekspos secara luas. Beberapa objek pariwisata seperti ekosistem terumbu karang yang masih alami, pantai bertebing dan berpasir putih yang ditumbuhi cemara merupakan satu dari sekian banyak objek wisata yang layak untuk dikunjungi.

Objek wisata yang dimiliki Kabupaten Sukamara antara lain:

  1. Kawasan Wisata Bukit Patung / Bukit Patung Tourism Area

Kawasan wisata Bukit Patung terletak di Kecamatan Balai Riam dengan luas ± 1.200 ha. Kawasan wisata Bukit Patung menyajikan eksotisme alam berbukit-bukit dengan panorama alamnya yang sejuk dan alami. Objek wisata yang ada di kawasan wisata ini yaitu :

  • Air Terjun Riam Gemuruh, merupakan  objek wisata yang paling ramai dikunjungi wisatawan di Kawasan Wisata Bukit Patung.
  • Panorama perkebunan buah jeruk dan rambutan.
  • Puncak Bukit Patung dengan view panorama perkebunan sawit.
  • Penangkaran rusa. Rusa yang ada adalah rusa alam yang ditangkap oleh warga, dimana habitat asli rusa tersebut sudah mulai habis.

Kawasan wisata Bukit Patung adalah kawasan wisata yang ramai dikunjungi dan sudah ditetapkan sebagai kawasan wisata berdasarkan Perda RTRW Kabupaten Sukamara. Akan tetapi kawasan tersebut belum dikelola dengan baik, sehingga dihar

apkan ada investor untuk berinvestasi di sini.

  1. Kawasan Wisata Pantai / Beach Tourism

Wisata pantai di Kabupaten Sukamara masih menjadi tempat favorit bagi masyarakat untuk berlibur dan mengisi waktu luang. Objek wisata pantai di Kabupaten Sukamara saat ini sudah cukup baik, akan tetapi masih perlu pembenahan dan perbaikan, baik dalam objek wisata tersebut, maupun infrastruktur pendukung.

Kawasan pesisir di Kabupaten Sukamara tak kalah menarik dan masih lestari, seperti perkampungan khas nelayan. Di sini para tamu akan menikmati panorama alam yang sangat indah menyaksikan pemandangan saat matahari terbenam (sunset) di sore hari maupun matahari terbit (sunrise) di pagi hari. Pantai di Kabupaten Sukamara juga menawarkan nikmatnya makanan laut seperti kerang, udang, kepiting dan beberapa masakan olahan ikan.

Beberapa objek wisata pantai yang ada di pesisir selatan Kabupaten Sukamara yaitu:

  • Kawasan wisata Pantai Kuala Jelai di Kecamatan Jelai dengan luas ± 530 ha;
  • Kawasan wisata Pantai Tanjung Nipah yang terdapat di Kecamatan Jelai dengan luas ± 250 ha;
  • Kawasan wisata Pantai Tanjung Selaka yang terdapat di Kecamatan Pantai Lunci dengan luas ± 300 ha;
  • Kawasan wisata Pantai Kampung Baru yang terdapat di Kecamatan Pantai Lunci dengan luas ± 100 ha;
  • Kawasan wisata Pantai Sei Pasir yang terdapat di Kecamatan Pantai Lunci dengan luas ± 100 ha;
  • Kawasan wisata Pantai Sungai Tabuk yang terdapat di Kecamatan Pantai Lunci dengan luas ± 100 ha.
  1. Kawasan Wisata Terbatas Danau Burung / Danau Burung Tourist Area

Bagi yang mempunyai hobi pecinta burung, salah satu destinasi wisata yaitu Danau Burung. Kawasan Danau Burung merupakan sebuah kawasan lahan basah yang banyak didatangi berbagai jenis burung migran pada musim basah di bulan Februari – April untuk berkembang biak. Wisatawan dapat menikmati bird watching yang dilindungi dalam Suaka Marga Satwa. Danau Burung adalah surga burung-burung migran yang singgah pada musim tertentu. Jenis  burung-burung air seperti cangkak, kuntul, dan pecuk mudah dijumpai pada waktu ini untuk  berkembang biak.

 

  1. Kawasan Kota Tua / The Old Town

Kawasan Wisata Kota Tua Sukamara adalah kota tua yang berdiri sejak awal abad 18. Kawasan kota tua di Kelurahan Padang yang masih lestari sampai saat ini menawarkan pemukiman Kampung Air khas Suku Melayu. Kawasan tersebut berada di tepian Sungai Jelai yang menjadi saksi bisu kejayaan arus perdagangan masyarakat Borneo dengan kekayaan hasil alamnya di zaman dahulu seperti lada, karet, gaharu, dan kayu ulin.

  1. Wisata Adat Dayak / Dayak Traditional Tourism

Masyarakat adat Dayak di Kecamatan Permata Kecubung masih mempertahankan budaya dan tradisi mereka yang ramah lingkungan. Orang-orang Dayak melestarikan hutan adat mereka sebagai harta yang tak ternilai yang menyimpan kekayaan alam mulai dari hasil perkebunan karet, rotan, buah-buahan lokal, umbi-umbian serta obat-obatan tradisional. Mereka yakin merawat hutan alam akan menjaga melestarikan kelangsungan hidup mereka.

Perkampungan yang masih menjaga falsafah adat ini sering kali dilaksanakan upacara yang biasanya dilakukan untuk penerimaan tamu yaitu, bagondang. Disini masyarakat juga membuat peralatan yang sering digunakan, misalnya menganyam tikar, menganyam tengkalang (tempat ikan dari rotan). Kehidupan masyarakat pada umumnya bertani dan berburu, sehingga kebudayaan menyipet/menyumpit masih menjadi permainan adat yang masih sering dimainkan.

  1. Wisata Susur Sungai / River Flow Tourism

Destinasi wisata susur sungai yang menantang akan membawa para tamu menyaksikan panorama hutan rawa dan hutan gambut yang masih lestari. Yang menarik di sini para tamu dapat mengintip (bird watching) kegiatan beraneka burung-burung lahan basah di sekitar ekosistem sungai.

Keberadaan hutan menjadi penyangga kehidupan kawasan sekitarnya. Air mengalir tenang melewati tiap-tiap hamparan vegetasi membawa suasana damai, diiringi kicauan burung-burung menambah semarak hutan di tepian sungai. Jika sedang beruntung, wisatawan akan menjumpai sekelompok monyet bekantan (Nasalis Larvatus), monyet ekor panjang (Macaca Fascicularis) yang berada di pinggiran sungai untuk mencari makan dan terkadang orang utan (Pongo Pygmaeus) bergelayutan di tepian sungai.

  1. Wisata Mancing / Fishing Tourism

Sungai Jelai menjadi salah satu destinasi utama para mancing mania yang tidak boleh terlewatkan. Potensi kekayaan ikan air tawar sungai ini menjadi salah satu berkah utama para nelayan. Wilayah lahan basah Sungai Naning terkenal dengan potensi ikannya yang berlimpah, baik di musim kemarau maupun musim hujan. Tidak heran setiap waktu banyak nelayan yang datang ke sungai ini.

Mencari spot casting di Sungai Jelai tidaklah sulit. Hampir sepanjang sungai bisa dijadikan spot. Pemancing bisa melakukan casting langsung dari atas perahu. Hanya saja lebar anakan sungai yang cukup sempit sekitar 2 meteran, memperkecil area casting. Target casting pemancing biasanya jenis-jenis ikan air tawar endemis Kalimantan seperti ikan toman, haruan (gabus), kerandang, dan kelabau. Ikan kelabau menjadi favorit pemancing dengan cita rasa dagingnya yang gurih.

 

PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA ALAM BUKIT PATUNG

1 Lokasi/Location : Kecamatan Balai Riam/Balai Riam Sub-District
2 Luas Area/Size of Area : 1.200 ha
3 Kepemilikan Lahan/Land Ownership : Ulayat atau Masyarakat/Ulayat or Community
4 Sistem Perolehan Lahan/ Land Aquisition System : Kerjasama atau Jual Beli/Collaboration or Buying and Selling
5 Jenis Investor/Type of Investor : PMA atau PMDN/Foreign Investment or Domestic Investment
6 Nilai Investasi/Invesment Value : ± Rp. 15.000.000.0000,-
7 Jumlah Tenaga Kerja/ Number of Worker : ± 50 orang/± 50 people
8 Dokumen Pendukung/ Supporting Document : RTRW Kabupaten Sukamara, RUPM Kabupaten Sukamara/Spatial Plan, General Investment Plan

PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA PANTAI SUKAMARA

1 Lokasi/Location : Kabupaten Sukamara/Sukamara District
2 Luas Area/Size of Area : 530 ha
3 Kepemilikan Lahan/Land Ownership : Ulayat atau Masyarakat/Ulayat or Community
4 Sistem Perolehan Lahan/ Land Aquisition System : Kerjasama atau Jual Beli/Collaboration or Buying and Selling
5 Jenis Investor/Type of Investor : PMA atau PMDN/Foreign Investment or Domestic Investment
6 Nilai Investasi/Invesment Value : ± Rp. 25.000.000.000,-
7 Jumlah Tenaga Kerja/ Number of Worker : ± 50 orang/± 50 people
8 Dokumen Pendukung/ Supporting Document : RTRW Kabupaten Sukamara, RUPM Kabupaten Sukamara/Spatial Plan, General Investment Plan

PETA PENGEMBANGAN DESTINASI PANTAI ANUGERAH

PETA PENGEMBANGAN DESTINASI PANTAI TANJUNG SELOKA

Kawasan Peruntukan Industri di Kabupaten Sukamara berdasarkan RTRW yaitu:

  1. Kawasan peruntukan industri rumah tangga terletak di Kecamatan Sukamara dengan luas ± 100 ha;
  2. Kawasan industri pengolahan kelapa sawit terletak di Kecamatan Sukamara, Kecamatan Balai Riam dan Kecamatan Permata Kecubung.

Kebijakan industri di Kabupaten Sukamara adalah mendorong usaha mikro agar berkembang menjadi usaha kecil, kemudian menjadi usaha menengah, dan pada akhirnya menjadi usaha besar. Keberadaan industri kecil dan menengah juga sangat penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, karena dengan banyaknya jumlah industri kecil dan menengah merupakan indikasi yang baik bahwa perekonomian Kabupaten Sukamara sedang menggeliat dan secara tidak langsung akan meningkatkan perekonomian daerah melalui UMKM. Jumlah UMKM di Kabupaten Sukamara pada tahun 2017 yaitu 484 unit dengan jumlah tenaga kerja 1.061 orang. Salah satu indutri yang ada di Kabupaten Sukamara yaitu batu kecubung. Batu kecubung adalah salah satu batu mulia yang banyak dijadikan cincin. Batu ini mempunyai nilai ekonomis yang sangat tinggi.

Industri skala besar di Kabupaten Sukamara diprioritaskan untuk mengolah bahan baku lokal menggunakan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia setempat. Kegiatan industri harus berada di kawasan industri yang dilengkapi dengan upaya pengelolaan lingkungan, sistem pengelolaan limbah, upaya pemantauan lingkungan, studi AMDAL serta jalur hijau sebagai penyangga antar fungsi kawasan dan sarana pengolahan limbah.

INDUSTRI MINYAK KELAPA

1 Lokasi/Location : Kecamatan Permata Kecubung, Pantai Lunci, Sukamara, Balai Riam, dan Jelai/Permata Kecubung, Pantai Lunci, Sukamara, Balai Riam, and Jelai Sub-District
2 Luas Area/Size of Area : ± 1 ha
3 Kepemilikan Lahan/Land Ownership : Ulayat atau Masyarakat/Ulayat or Community
4 Sistem Perolehan Lahan/ Land Aquisition System : Kerjasama atau Jual Beli/Collaboration or Buying and Selling
5 Jenis Investor/Type of Investor : Masyarakat atau UMKM/Community or MSMEs
6 Nilai Investasi/Invesment Value : ± Rp. 1.000.000.000,-
7 Jumlah Tenaga Kerja/ Number of Worker : ± 50 orang/± 50 people
8 Dokumen Pendukung/ Supporting Document : RTRW Kabupaten Sukamara, RUPM Kabupaten Sukamara/Spatial Plan, General Investment Plan

PABRIK PENGOLAHAN KARET

1 Lokasi/Location : Kecamatan Permata Kecubung, Pantai Lunci, Sukamara, Balai Riam, dan Jelai/Permata Kecubung, Pantai Lunci, Sukamara, Balai Riam, and Jelai Sub-District
2 Luas Area/Size of Area : ± 50 ha
3 Kepemilikan Lahan/Land Ownership : Ulayat atau Masyarakat/Ulayat or Community
4 Sistem Perolehan Lahan/ Land Aquisition System : Kerjasama atau Jual Beli/Collaboration or Buying and Selling
5 Jenis Investor/Type of Investor : PMA atau PMDN/Foreign Investment or Domestic Investment
6 Nilai Investasi/Invesment Value : ± Rp. 200.000.000.000,-
7 Jumlah Tenaga Kerja/Number of Worker : ± 1.000 orang/± 1.000 people
8 Dokumen Pendukung/ Supporting Document : RTRW Kabupaten Sukamara, RUPM Kabupaten Sukamara/Spatial Plan, General Investment Plan

PABRIK KELAPA SAWIT

1 Lokasi/Location : Kecamatan Permata Kecubung, Pantai Lunci, Sukamara, dan Balai Riam/Permata Kecubung, Pantai Lunci, Sukamara, and Balai Riam Sub-District
2 Luas Area/Size of Area : ± 50 ha
3 Kepemilikan Lahan/Land Ownership : Ulayat atau Masyarakat/Ulayat or Community
4 Sistem Perolehan Lahan/ Land Aquisition System : Kerjasama atau Jual Beli/Collaboration or Buying and Selling
5 Jenis Investor/Type of Investor : PMA atau PMDN/Foreign Investment or Domestic Investment
6 Nilai Investasi/Invesment Value : ± Rp.191.500.000.000,-
7 Jumlah Tenaga Kerja/ Number of Worker : ± 1.000 orang/± 1.000 people
8 Dokumen Pendukung/ Supporting Document : RTRW Kabupaten Sukamara, RUPM Kabupaten Sukamara/Spatial Plan, General Investment Plan

INDUSTRI MAKANAN RINGAN

1 Lokasi/Location : Kecamatan Sukamara/Sukamara Sub-District
2 Luas Area/Size of Area : 100 ha
3 Kepemilikan Lahan/Land Ownership : Ulayat atau Masyarakat/Ulayat or Community
4 Sistem Perolehan Lahan/ Land Aquisition System : Kerjasama atau Jual Beli/Collaboration or Buying and Selling
5 Jenis Investor/Type of Investor : PMA atau PMDN/Foreign Investment or Domestic Investment
6 Nilai Investasi/Invesment Value : ± Rp. 250.000.000,-
7 Jumlah Tenaga Kerja/ Number of Worker : ± 50 orang/± 50 people
8 Dokumen Pendukung/ Supporting Document : RTRW Kabupaten Sukamara, RUPM Kabupaten Sukamara/Spatial Plan, General Investment Plan

INDUSTRI KERAJINAN DAERAH

1 Lokasi/Location : Kecamatan Sukamara/Sukamara Sub-District
2 Luas Area/Size of Area : 100 ha
3 Kepemilikan Lahan/Land Ownership : Ulayat atau Masyarakat/Ulayat or Community
4 Sistem Perolehan Lahan/ Land Aquisition System : Kerjasama atau Jual Beli/Collaboration or Buying and Selling
5 Jenis Investor/Type of Investor : PMA atau PMDN/Foreign Investment or Domestic Investment
6 Nilai Investasi/Invesment Value : ± Rp. 250.000.000,-
7 Jumlah Tenaga Kerja/ Number of Worker : ± 50 orang/± 50 people
8 Dokumen Pendukung/ Supporting Document : RTRW Kabupaten Sukamara, RUPM Kabupaten Sukamara/Spatial Plan, General Investment Plan

Kabupaten Sukamara memiliki potensi tambang yang sangat baik bagi perkembangan daerah pada masa yang akan datang. Pengembangan kegiatan pertambangan dapat mendorong laju perekonomian daerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi regional melalui percepatan pembangunan sarana dan prasarana wilayah. Namun kekayaan sumber daya alam di sektor pertambangan Kabupaten Sukamara belum dikembangkan secara optimal.

Potensi tambang yang ada di Kabupaten Sukamara yaitu biji besi, bauksit, batu bara, pasir kuarsa, kaolin, sircon, dan batu permata. Kawasan peruntukan pertambangan berdasarkan RTRW Kabupaten Sukamara yaitu:

  1. Kawasan peruntukan pertambangan mineral yang meliputi bijih besi dan bauksit di Kecamatan Balai Riam dan Kecamatan Permata Kecubung dengan luas ± 61.820,37 ha.
  2. Kawasan peruntukan pertambangan batu bara di Desa Muntai dan Kelurahan Padang Kecamatan Sukamara dengan luas ± 16.000 ha.

Kawasan peruntukan pertambangan non mineral meliputi pasir kuarsa, kaolin, zirkon di Kecamatan Pantai Lunci dan Kecamatan Jelai dengan luas ± 40.000 ha.

  1. Batu Bara/Coal

Dalam Peta Sebaran Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (2010), kandungan batu bara di Kabupaten Sukamara terletak pada formasi Tanjung Dahor dengan nilai kandungan berkisar 5.100 kal/gram. Sedangkan berdasarkan hasil survey tahun 2013 ditemukan bahwa singkapan  batu bara ditemukan di daerah Kecamatan Sukamara yaitu desa Pangkalan Muntai (Sungai Temperas).

Batu bara di Kabupaten Sukamara termasuk golongan batu bara kalori rendah dengan kenampakan fisik yaitu warna hitam kecoklatan -hitam, kilap kusam, pecahan even (tidak rata) -conchoidal, sebagian pecahan berupa blocky, keras – rapuh, cleat jarang – rapat dan umumnya terisi oleh oksida besi dan tanah (soil). Ketebalan batu bara berkisar antara 0,30 m.

Penambangan batu bara saat ini banyak dijumpai menggunakan metode penambangan open pit mining atau penambangan terbuka dengan alasan keberadaan endapan batu bara yang tidak membutuhkan penambangan hingga bawah permukaan yang dalam, selain faktor efisiensi biaya produksi.

  1. Pertambangan Mineral dan Non Mineral/Mining of Mineral and Non Mineral

Investasi pertambangan mineral dan non mineral berpotensi mengubah bentang alam dan berdampak terhadap lingkungan. Potensi mineral dan non mineral di Kabupaten Sukamara seperti batu mulia, biji besi, bauksit, pasir kuarsa, kaolin, dan zircon perlu memperhatikan aspek pengurangan resiko lingkungan dengan meminimalkan perubahan bentang alam dan pembuangan bahan sisa tambang. Investasi pertambangan mineral dan non mineral perlu menerapkan teknologi yang ramah lingkungan dan pengelolaan lingkungan untuk meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan.

Saat ini potensi mineral dan non mineral di Kabupaten Sukamara sedang berada dalam proses survey dari tahap pengamatan lapangan sampai eksplorasi detail, karena itu belum tersedia data  sumber daya mineral  tersebut  yang cukup akurat.

Pada tahun 2015, izin usaha pertambangan di Kabupaten Sukamara ada sebanyak 8 buah izin, yang terdiri dari 7 buah IUP Eksplorasi dan 1 buah IUP Operasi Produksi. Luas area paling besar pada sektor pertambangan yaitu bauksit seluas 23.222 ha, diikuti oleh biji besi seluas 22.196 ha.

PERTAMBANGAN BIJI BESI

1 Lokasi/Location : Kecamatan Balai Riam dan Permata Kecubung/Balai Riam and Permata Kecubung Sub-District
2 Luas Area/Size of Area : 61.820,37 ha
3 Kepemilikan Lahan/Land Ownership : Ulayat atau Masyarakat/Ulayat or Community
4 Sistem Perolehan Lahan/ Land Aquisition System : Kerjasama atau Jual Beli/Collaboration or Buying and Selling
5 Jenis Investor/Type of Investor : PMA atau PMDN/Foreign Investment or Domestic Investment
6 Nilai Investasi/Invesment Value : ± Rp. 250.000.000.000,-
7 Jumlah Tenaga Kerja/ Number of Worker : ± 500 orang/± 500 people
8 Dokumen Pendukung/ Supporting Document : RTRW Kabupaten Sukamara, RUPM Kabupaten Sukamara/Spatial Plan, General Investment Plan

PERTAMBANGAN BAUKSIT

1 Lokasi/Location : Kecamatan Balai Riam dan Permata Kecubung/Balai Riam and Permata Kecubung Sub-District
2 Luas Area/Size of Area :  –
3 Kepemilikan Lahan/Land Ownership : Ulayat atau Masyarakat/Ulayat or Community
4 Sistem Perolehan Lahan/ Land Aquisition System : Kerjasama atau Jual Beli/Collaboration or Buying and Selling
5 Jenis Investor/Type of Investor : PMA atau PMDN/Foreign Investment or Domestic Investment
6 Nilai Investasi/Invesment Value : ± Rp. 250.000.000.000,-
7 Jumlah Tenaga Kerja/ Number of Worker : ± 500 orang/± 500 people
8 Dokumen Pendukung/ Supporting Document : RTRW Kabupaten Sukamara, RUPM Kabupaten Sukamara/Spatial Plan, General Investment Plan

PERTAMBANGAN BATU BARA

1 Lokasi/Location : Desa Muntai dan Kelurahan Padang/Muntai and Padang Village
2 Luas Area/Size of Area : 16.000 ha
3 Kepemilikan Lahan/Land Ownership : Ulayat atau Masyarakat/Ulayat or Community
4 Sistem Perolehan Lahan/ Land Aquisition System : Kerjasama atau Jual Beli/Collaboration or Buying and Selling
5 Jenis Investor/Type of Investor : PMA atau PMDN/Foreign Investment or Domestic Investment
6 Nilai Investasi/Invesment Value : ± Rp. 250.000.000.000,-
7 Jumlah Tenaga Kerja/ Number of Worker : ± 500 orang/± 500 people
8 Dokumen Pendukung/ Supporting Document : RTRW Kabupaten Sukamara, RUPM Kabupaten Sukamara/Spatial Plan, General Investment Plan

PERTAMBANGAN PASIR KUARSA

1 Lokasi/Location : Kecamatan Jelai dan Pantai Lunci/Jelai and Pantai Lunci Sub-District
2 Luas Area/Size of Area :
3 Kepemilikan Lahan/Land Ownership : Ulayat atau Masyarakat/Ulayat or Community
4 Sistem Perolehan Lahan/ Land Aquisition System : Kerjasama atau Jual Beli/Collaboration or Buying and Selling
5 Jenis Investor/Type of Investor : PMA atau PMDN/Foreign Investment or Domestic Investment
6 Nilai Investasi/Invesment Value : ± Rp. 250.000.000.000,-
7 Jumlah Tenaga Kerja/ Number of Worker : ± 500 orang/± 500 people
8 Dokumen Pendukung/ Supporting Document : RTRW Kabupaten Sukamara, RUPM Kabupaten Sukamara/Spatial Plan, General Investment Plan

PERTAMBANGAN KAOLIN

1 Lokasi/Location : Kecamatan Jelai dan Pantai Lunci/Jelai and Pantai Lunci Sub-District
2 Luas Area/Size of Area :
3 Kepemilikan Lahan/Land Ownership : Ulayat atau Masyarakat/Ulayat or Community
4 Sistem Perolehan Lahan/ Land Aquisition System : Kerjasama atau Jual Beli/Collaboration or Buying and Selling
5 Jenis Investor/Type of Investor : PMA atau PMDN/Foreign Investment or Domestic Investment
6 Nilai Investasi/Invesment Value : ± Rp. 250.000.000.000,-
7 Jumlah Tenaga Kerja/ Number of Worker : ± 500 orang/± 500 people
8 Dokumen Pendukung/ Supporting Document : RTRW Kabupaten Sukamara, RUPM Kabupaten Sukamara/Spatial Plan, General Investment Plan

PERTAMBANGAN ZIRCON

1 Lokasi/Location : Kecamatan Jelai dan Pantai Lunci/Jelai and Pantai Lunci Sub-District
2 Luas Area/Size of Area :
3 Kepemilikan Lahan/Land Ownership : Ulayat atau Masyarakat/Ulayat or Community
4 Sistem Perolehan Lahan/ Land Aquisition System : Kerjasama atau Jual Beli/Collaboration or Buying and Selling
5 Jenis Investor/Type of Investor : PMA atau PMDN/Foreign Investment or Domestic Investment
6 Nilai Investasi/Invesment Value : ± Rp. 250.000.000.000,-
7 Jumlah Tenaga Kerja/ Number of Worker : ± 500 orang/± 500 people
8 Dokumen Pendukung/ Supporting Document : RTRW Kabupaten Sukamara, RUPM Kabupaten Sukamara/Spatial Plan, General Investment Plan

Kabupaten Sukamara memiliki potensi yang besar di bidang perikanan. Sungai Jelai menghasilkan berbagai ikan dan udang. Udang Galah (komoditas unggulan), ikan haruan (gabus), betok, toman, pipih (belida), betutu (bakut), lais, baung, betutu, tapah, kapar, seluang, kerandang, danikan, kelabau (ikan hara) adalah beberapa di antaranya. Ikan kelabau merupakan ikan konsumsi yang ditemukan di setengah kedalaman hingga dasar sungai-sungai kecil. Ikan ini bernilai jual lumayan baik yang dapat dijual dalam keadaan segar, atau diasinkan.

Gambar Ikan Kelabau

Kabupaten Sukamara juga memiliki potensi perikanan laut. Hal ini didukung oleh kondisi perairan di wilayah pesisir yang masih alami bagi beragam biota laut. Ekosistem terumbu karang yang masih alami dan ekosistem mangrovenya yang sehat, menjadikan kawasan ini sebagai salah satu tujuan utama penangkapan ikan di Laut Jawa. Beberapa jenis ikan yang merupakan potensi laut Sukamara antara lain adalah  ikan pelagis, ikan demersal, ikan sandeng, ikan pari, rajungan, dan udang.

Gambar Ikan Pelagis

Ikan pelagis merupakan ikan yang memiliki kebiasaan berenang dekat permukaan perairan, berenang secara terus menerus dan cenderung beruaya atau tidak menetap di suatu area. Ikan pelagis dibagi menjadi ikan pelagis besar dan ikan pelagis kecil. Contoh ikan pelagis besar antara lain ikan tuna besar, ikan pedang/setuhuk, ikan tuna kecil dan jenis-jenis ikan cucut. Contoh ikan pelagis kecil antara lain: ikan selar, kembung, teri, layang, tembang, lemuru, dan ikan terbang. Ikan demersal umumnya berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan keberadaan ekosistem pesisir, antara lain ekosistem mangrove (habitat menetap dan habitat temporer/ruaya pasang surut), ekosistem padang lamun (habitat menetap dan habitat temporer/ruaya pasang surut), dan ekosistem terumbu karang. Contoh ikan demersal adalah ikan karang.

Ikan pari cukup mudah ditemui dan banyak peminat dari luar kota. Sayangnya potensi ini belum terkelola dengan maksimal, padahal potensinya sangat bagus untuk dikembangkan. Kulit ikan pari ini menjadi salah satu bahan spesial pembuat kerajinan seperti dompet, tas dan lain-lainnya. Harga jualnya pun cukup mahal sehingga kulit pari yang berkualitas juga dihargai cukup tinggi. Namun, Kabupaten Sukamara hanya menghasilkan sebatas kulit yang belum siap olah menjadi hasil kerajinan. Usaha pengolahan ikan pari sangat menguntungkan karena dari daging, kulit hingga tulang ikan ini bisa dijual. Apalagi permintaan cukup banyak dari luar Kalimantan sehingga harga antara tulang maupun kulit bisa didapat. Belum lagi jika daging diolah dan dijual untuk kebutuhan masyarakat.

Gambar Udang

Rajungan merupakan salah satu komoditas perikanan dengan nilai jual cukup tinggi. Komoditas rajungan adalah komoditas ekspor. Pasar ekspor yang cukup besar yaitu Amerika. Potensi rajungan di Kabupaten Sukamara masih masih besar dengan memperluas daerah penangkapan sampai kedalaman 20 – 30 m. Selain rajungan dan ikan pari juga terdapat potensi tambak udang bandeng seluas 13 ribu ha, dimana yang telah digarap baru 913 ha.

Berdasarkan RTRW Kabupaten Sukamara kawasan perikanan budidaya terletak di Kecamatan Jelai dan Kecamatan Pantai Lunci dengan luas ± 247 ha.  Kegiatan budidaya perikanan yang berada di Kecamatan Jelai meliputi perikanan sungai (keramba), dan kolam. Usaha budidaya air tawar,  seperti  ikan  gabus,  nila,  dan  toman pada  umumnya belum berkembang dengan baik karena masih bersifat tradisional.

Selanjutnya kawasan perikanan tangkap berada di wilayah perairan kabupaten dan kawasan pengelolahan hasil perikanan terletak di Kecamatan Jelai, Kecamatan Sukamara dan Kecamatan Pantai Lunci, dengan luas ± 200 ha. Selain itu di Kabupaten Sukamara sudah ditetapkan kawasan peruntukan sarana prasarana pendukung perikanan yang terdapat di PPI Kuala Jelai dan PPI Pantai Lunci.

Read more

Peternakan adalah salah satu sektor yang menjanjikan untuk berinvestasi di Kabupaten Sukamara. Komoditas peternakan yang berpotensi untuk dikembangkan yaitu peternakan kambing, sapi potong, dan unggas yang berlokasi di Kecamatan Permata Kecubung, Kecamatan Sukamara, Kecamatan Jelai, Kecama

Kecamatan Balai Riam, dan Kecamatan Pantai Lunci. Berdasarkan RTRW, Kabupaten Sukamara memiliki padang pengembalaan dengan luas ± 1.308 ha.

Pada saat ini komoditas ternak di Kabupaten Sukamara masih menjadi usaha sampingan. Padahal sumber  makanan untuk ternak berlimpah, yang  berasal  dari  alam dan limbah pertanian. Terutama pada kawasan yang beragroekosistem lahan persawahan sebagai lokasi pembibitan, khususnya sapi potong akan membawa manfaat ganda yaitu selain untuk menghasilkan ternak bibit yang berkualitas juga dapat meningkatkan  efisiensi  usaha tani sebagai ternak kerja.

Permasalahan ini timbul karena belum adanya manajemen produksi yang baik terutama untuk usaha peternakan rakyat. Solusi untuk mengatasi masalah ini antara lain perlunya penentuan lokasi yang sehat untuk ternak, penggunaan teknologi peternakan dan pola usaha dalam kegiatan pemberdayaan peternakan rakyat.

Sektor peternakan di Kabupaten Sukamara dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu peternakan besar dan peternakan unggas. Komoditas peternakan besar yang menjadi potensi Kabupaten Sukamara yaitu sapi. Populasi sapi paling banyak berada di Kecamatan Sukamara dan Kecamatan Jelai. Populasi sapi pada tahun 2017 yaitu 3.447 ekor dengan pemotongan 458 ekor. Saat ini sistem pemeliharaan sapi umumnya  dilepas di lahan desa untuk mencari makan sendiri. Pemilik cukup mengawasi ternaknya jika ada yang lari mencari makan keluar desa. Setiap ternak sapi diberi  tanda khusus oleh pemiliknya agar tidak tertukar dengan  ternak  sapi  milik  peternak yang lain. Namun cara pemeliharaan tersebut tersebut seringkali menimbulkan masalah baru, yakni kotoran sapi yang kadang-kadang ada di lingkungan pemukiman. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menangani masalah ini yaitu memprogramkan pembuatan kandang koloni bagi hewan ternak milik masyarakat.

Untuk peternakan unggas, komoditas yang paling banyak diusahakan di Kabupaten Sukamara saat ini yaitu ayam buras, ayam ras, itik, dan angsa. Usaha peternakan unggas di Kabupaten Sukamara saat ini belum dibudidayakan secara khusus.PETERNAKAN KAMBING

1 Lokasi/Location : Kecamatan Permata Kecubung, Pantai Lunci, Sukamara, Balai Riam, dan Jelai/Permata Kecubung, Pantai Lunci, Sukamara, Balai Riam, and Jelai Sub-District
2 Luas Area/Size of Area : 350 ha
3 Kepemilikan Lahan/Land Ownership : Ulayat atau Masyarakat/Ulayat or Community
4 Sistem Perolehan Lahan/ Land Aquisition System : Kerjasama atau Jual Beli/Collaboration or Buying and Selling
5 Jenis Investor/Type of Investor : Masyarakat atau UMKM/Community or MSMEs
6 Nilai Investasi/Invesment Value :  ±  Rp. 500.000.000,-
7 Jumlah Tenaga Kerja/ Number of Worker : ± 25 orang/± 25 people
8 Dokumen Pendukung/ Supporting Document : RTRW Kabupaten Sukamara, RUPM Kabupaten Sukamara/Spatial Plan, General Investment Plan

PETERNAKAN SAPI

1 Lokasi/Location : Kecamatan Permata Kecubung, Pantai Lunci, Sukamara, Balai Riam, dan Jelai/Permata Kecubung, Pantai Lunci, Sukamara, Balai Riam, and Jelai Sub-District
2 Luas Area/Size of Area : 450 ha
3 Kepemilikan Lahan/Land Ownership : Ulayat atau Masyarakat/Ulayat or Community
4 Sistem Perolehan Lahan/ Land Aquisition System : Kerjasama atau Jual Beli/Collaboration or Buying and Selling
5 Jenis Investor/Type of Investor : Masyarakat atau UMKM/Community or MSMEs
6 Nilai Investasi/Invesment Value : ± Rp. 2.007.875.000,-
7 Jumlah Tenaga Kerja/ Number of Worker : ± 30 orang/± 30 people
8 Dokumen Pendukung/ Supporting Document : RTRW Kabupaten Sukamara, RUPM Kabupaten Sukamara/Spatial Plan, General Investment Plan

PETERNAKAN AYAM RAS

1 Lokasi/Location : Kecamatan Permata Kecubung, Pantai Lunci, Sukamara, Balai Riam, dan Jelai/Permata Kecubung, Pantai Lunci, Sukamara, Balai Riam, and Jelai Sub-District
2 Luas Area/Size of Area : 250 ha
3 Kepemilikan Lahan/Land Ownership : Ulayat atau Masyarakat/Ulayat or Community
4 Sistem Perolehan Lahan/ Land Aquisition System : Kerjasama atau Jual Beli/Collaboration or Buying and Selling
5 Jenis Investor/Type of Investor : Masyarakat atau UMKM/Community or MSMEs
6 Nilai Investasi/Invesment Value :  ±  Rp. 100.000.000,-
7 Jumlah Tenaga Kerja/ Number of Worker : ± 25 orang/± 25 people
8 Dokumen Pendukung/ Supporting Document : RTRW Kabupaten Sukamara, RUPM Kabupaten Sukamara/Spatial Plan, General Investment Plan

Komoditas perkebunan yang terdapat di Kabupaten Sukamara adalah karet, kelapa sawit, kelapa, kopi, jambu mente, lada, dan kemiri. Komoditas perkebunan ini tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten
Sukamara dengan rincian:
a. Kecamatan Permata Kecubung dengan komoditas utama karet, kelapa sawit, kelapa, kopi, lada, dan
kemiri.
b. Kecamatan Pantai Lunci dengan komoditas utama karet, kelapa kawit, kelapa, kopi, jambu mente, dan kemiri.
c. Kecamatan Sukamara dengan komoditas utama karet, kelapa kawit, kelapa, kopi, lada, dan kemiri.
d. Kecamatan Balai Riam dengan komoditas utama karet, kelapa sawit, kelapa, kopi, lada, kakao, dan
kemiri.
e. Kecamatan Jelai dengan komoditas utama karet, kelapa, kopi, dan jambu mente.

Kawasan  Perkebunan  tersebar di Kecamatan Sukamara seluas  ± 16.641,5 ha, Kecamatan Balai Riam seluas ± 26.511,6 ha, Kecamatan Jelai seluas ± 728 ha, Kecamatan Pantai Lunci seluas ± 1.459 ha, Kecamatan  Permata Kecubung seluas  ±  5.728 ha. Jadi, jumlah total luasan perkebunan di Kabupaten Sukamara adalah ± 51.118,1 ha.
Kelapa Sawit/Oil Palm

Kelapa sawit adalah komoditas perkebunan utama di Kabupaten Sukamara. Perkebunan sawit didominasi oleh 8 perusahaan perkebunan kelapa sawit  skala besar (7 PMDN dan 1 PMA).  Nilai investasi perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Sukamara yaitu Rp. 2.065.622.620.963,-.

Saat ini, penggunaan  areal perkebunan  kelapa  sawit di Kabupaten Sukamara menempati urutan pertama, yaitu sebesar 82,56% atau seluas 12.507 ha. Kecamatan yang paling memdominasi perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Sukamara yaitu Kecamatan Sukamara dan Kecamatan Balai Riam.

Budidaya dan industri kelapa sawit memiliki peluang untuk dikembangkan karena potensi wilayah yang masih cukup besar di Kabupaten Sukamara. Pembangunan perkebunan kelapa sawit dan pabrik kepala sawit dapat memberikan manfaat nyata secara ekonomi, yang meliputi pertumbuhan ekonomi, peningkatan daya beli, dan pengembangan sentra-sentra ekonomi. Salah satu upaya untuk mencapai hal di atas adalah penerapan pola kemitraan antara investor dengan masyarakat melalui kerjasama pembangunan kebun plasma.

Karet/Rubber

Tanaman karet merupakan tanaman perkebunan kedua  yang paling banyak diminati oleh  masyarakat Kabupaten Sukamara setelah kelapa sawit. Namun luasannya  tidak  terlalu besar jika dibandingkan dengan kebun kelapa sawit, yaitu hanya sekitar  6.035 ha.  Luas area perkebunan karet yang paling besar yaitu di Kecamatan Balai Riam dengan luas 2.082 ha dengan produksi sebesar 551 ton pada tahun 2017.

Diprediksi pada tahun 2020 produksi karet alam dunia akan mencapai 11,5 juta ton. Sekitar 70% alam dunia diperuntukkan bagi industri ban. Indonesia ditargetkan memasok 29% atau 3,3 juta ton karet kering. Kabupaten Sukamara dengan ketersediaan lahan yang luas diharapkan akan mengisi peluang pasar tersebut.

Lahan potensial untuk pengembangan tanaman karet  masih  cukup tinggi di Kecamatan Balai Riam, Kecamatan Permata Kecubung dan Kecamatan Sukamara.

Pemanfaatan tanaman karet tidak hanya sebatas pada lateks tetapi juga kayu karet. Salah satu produk lainnya yang dihasilkan adalah panel kayu yang digunakan untuk industri furnitur dan bahan bangunan.

Kelapa, Kopi dan Jambu Mente/Coconut, Coffee, and Cashew

Komoditas perkebunan kopi, kelapa dan jambu  mente banyak dikembangkan di Kawasan Agropolitan Jelai. Tanaman kelapa merupakan komoditas yang paling banyak sebarannya di kawasan pesisir  pantai.  Dengan  pengelolaan yang baik diharapkan produksi tanaman kopi, kelapa dan jambu mente akan terus meningkat dan menjadi sektor unggulan di Kabupaten Sukamara.

Sampai dengan tahun 2017 area yang dimanfaatkan untuk perkebunan kelapa yaitu 792 ha dengan produksi 170,08 ton dan pemanfaatan lahan untuk perkebunan kopi yaitu  5,5 ha dengan produksi 0,7 ton. Sedangkan potensi lahan perkebunan di Kawasan Agropolitan Jelai yaitu 141.684 ha. Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan bahwa belum sampai 1% potensi area perkebunan di Kawasan Agropolitan Jelai yang dimanfaatkan, sehingga potensi investasi kelapa, kopi dan jambu mente di Kabupaten Sukamara khususnya wilayah Agropolitan Jelai sangat besar.

Komoditas unggulan sektor pertanian di Kabupaten Sukamara yaitu: Padi, Jagung, Ubi Kayu, Ubi Jalar, Tanaman Holtikultura.

1. Padi
Padi merupakan jenis komoditas pertanian utama yang paling banyak dikembangkan dibanding jenis tanaman lainnya. Tanaman padi menjadi primadona dibanding jenis tanaman pangan lainnya sehingga banyak masyarakat yang membudidayakan secara meluas.
Berdasarkan RUPM Kabupaten Sukamara kawasan peruntukan komoditas padi luasnya ± 6.739 ha. Potensi komoditas padi di Kabupaten Sukamara berada di Kecamatan Jelai, Kecamatan Pantai Lunci, Kecamatan
Balai Riam, dan Kecamatan Sukamara. Potensi padi di Kecamatan Jelai dan Kecamatan Pantai Lunci
direncanakan menjadi lumbung beras Kabupaten Sukamara.
Pada tahun 2015 luas area panen padi di Kabupaten Sukamara berdasarkan data BPS yaitu sebesar 2.375 ha. Jika dibandingkan dengan ketersedian lahan, luasan yang belum digarap yaitu 4.364 ha. Permasalahan lahan yang masih belum dimanfaatkan dapat diatasi dengan upaya perbaikan irigasi. Selain itu perlu dilakukan pengelolaan lahan yang tepat atau pemberian input yang tepat guna meningkatkan kesuburan lahan. Keberadaan investor pertanian diharapkan mampu mengatasi kebutuhan
beras di daerah yang selama ini sebagian masih dipasok dari luar daerah.

2. Jagung, Ubi Kayu dan Ubi Jalar
Selain tanaman padi, jagung, ubi kayu dan ubi jalar menjadi komoditas unggulan sektor pertanian tanaman pangan di Kabupaten Sukamara. Luas peruntukan lahan kering berdasarkan RTRW Kabupaten Sukamara yaitu 17.719 ha. Dari 17.719 ha lahan peruntukan lahan kering, 9.519 ha berada di wilayah Kecamatan Sukamara dan 7.520 berada di Kecamatan Balai Riam. Sedangkan sisanya berada di Kecamatan Pantai Lunci dan Kecamatan Jelai. Sedangkan menurut data dari Sukamara Dalam Angka Tahun 2018, area panen untuk komoditas jagung 71 ha, ubi kayu 152 ha, dan ubi jalar 70 ha. Jadi saat ini potensi lahan untuk jagung, ubi kayu dan ubi jalar di Kabupaten Sukamara sangat besar.
Sekarang komoditas jagung, ubi kayu dan ubi jalar bukan hanya dijadikan sebagai makanan pokok Sehari-hari, tapi seiring perkembangan teknologi komoditas ini dapat diolah menjadi produk industri seperti makanan ringan yang memberikan keuntungan besar bagi para pelaku usaha. Selain itu untuk komoditas jagung berpotensi untuk dijadikan jagung pipilan. Jagung pipilan biasanya dimanfaatkan untuk pakan ternak.

3. Holtikultura
Tanaman komoditas hortikultura yang menjadi unggulan di Kabupaten Sukamara yaitu komoditas
pisang, durian, jeruk, dan cabe. Adapun durian dan jeruk merupakan salah satu komoditas unggulan,
namun dikarenakan kebutuhan modal yang cukup besar dan budidayanya yang cukup sulit menyebabkan
belum banyak petani yang tertarik mengembangkan komoditas ini.
Saat ini harga jual dan keuntungan dari buahbuahan semakin menjanjikan produksinya. Berdasarkan RTRW Kabupaten Sukamara peruntukan komoditas holtikultura yaitu 114 ha, dengan rincian:
a. Kecamatan Sukamara dengan luas ± 80 ha;
b. Kecamatan Jelai dengan luas ± 12 ha;
c. Kecamatan Pantai Lunci dengan luas ± 4 ha;
d. Kecamatan Balai Riam dengan luas kurang ± 15 ha; dan
e. Kecamatan Permata Kecubung dengan luas ± 3 ha.

4. Kawasan Agropolitan Jelai
Dalam upaya pengelolaan pembangunan kawasan terpadu yang berbasis pertanian, Pemerintah Kabupaten Sukamara mencanangkan program Kawasan Agropolitan Jelai. Pencanangan program agropolitan telah dilaksanakan sejak tahun 2005 yang berada di Kecamatan Jelai dan Kecamatan Pantai Lunci. Pada tahun 2010 telah dibentuk kelompok kerja pengembangan kawasan agropolitan. Program ini bertujuan untuk mendorong berkembangnya pusat perkotaan berbasis pertanian yang dilengkapi dengan fasilitas pertumbuhan ekonomi. Melalui model kota agropolitan mendorong munculnya komoditas unggulan daerah yang memiliki nilai kompetitif di pasaran (marketable) dan dapat mendatangkan investor ke Kabupaten Sukamara.
Kawasan Agropolitan Jelai merupakan kawasan pesisir. Dari aspek produksi pertanian kedudukan Kecamatan Jelai dan Kecamatan Pantai Lunci sangat penting dalam lingkup Kabupaten Sukamara. Penetapan kawasan ini berdasarkan kesamaan karakteristik fisik, dimana kawasan Agropolitan Jelai terdiri dari dataran alluvial, dataran rawa dan dataran pasir. Dataran alluvial tersusun dari material liat dan pasir, dataran rawa atau gambut tersusun dari material bahan organik yang terperangkap dalam genangan air dan dataran pasir pantai yang terbentuk dari proses pengendapan oleh proses laut. Komoditas unggulan yang potensial untuk dikembangkan di Kawasan Agropolitan Jelai yaitu padi sawah, jagung, ubi kayu, ubi jalar, pisang, karet, kelapa, sapi potong dan ayam buras. Desa/kelurahan yang termasuk wilayah Agropolitan Jelai adalah Kuala Jelai, Pulau Nibung, Sungai Baru, Sungai Bundung, Sungai Raja, Sungai Damar, Sungai Tabuk, Sungai Cabang Barat, dan Sungai Pasir.
Luas lahan pengembangan padi sawah di Kawasan Agropolitan Jelai saat ini adalah sekitar 11.000 ha dan berpotensi untuk ditingkatkan menjadi sekitar 36.000 ha apabila dilakukan perbaikan drainase, terutama meliputi wilayah di Desa Pulau Nibung, Kuala Jelai, Sungai Baru, dan Sungai Bundung. Potensi pengembangan budidaya lahan kering termasuk di dalamnya tanaman pangan lahan kering, palawija dan hortikultura ± 44.704 ha. Sedangkan potensi untuk lahan perkebunan adalah 141.684 ha. Kawasan Agropolitan Jelai diharapkan berperan sebagai pusat agro industri, agribisnis, serta memperkuat jaringan pemasaran baik hasil pertanian maupun hasil industri pengolahan pasca panen. Pada Kawasan Agropolitan Jelai dilakukan upaya budidaya optimalisasi pemanfaatan lahan melalui integrated farming (pembangunan pertanian terpadu) yang mengkolaborasikan budidaya pertanian tanaman pangan dan tanaman perkebunan serta peternakan pada satu kawasan yang akan menjadi sentral pembangunan pertanian.

SUB SEKTOR PERTANIAN :